DLH Cimahi Perkuat Penghijauan Imbas Minim Resapan Air akibat Alih Fungsi Lahan

CIMAHI – Minimnya lahan hijau di Kota Cimahi akibat keterbatasan lahan dan alih fungsi kawasan membuat ruang terbuka hijau serta area resapan air semakin berkurang. 

Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, terutama di musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi seperti saat ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyoroti pentingnya lahan resapan air dan penanaman pohon sebagai upaya mitigasi bencana.  

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, menjelaskan bahwa aliran air di Cimahi umumnya mengalir dari wilayah utara, khususnya Cipageran, menuju bagian bawah kota. 

Oleh karena itu, penanaman pohon di kawasan tersebut menjadi prioritas sebagai penahan air.  

"Di daerah Cipageran, kami terus melakukan penanaman pohon yang berfungsi sebagai penahan air," ujar Agus kepada Jabar Ekspres, Rabu (5/3/2025).  

Namun, Agus mengakui bahwa di wilayah bawah atau Ruang Terbuka Hijau (RTH), lahan yang tersedia sangat terbatas untuk penanaman pohon. 

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng berbagai komunitas untuk melakukan penanaman pohon secara rutin setiap Jumat, dengan target sekitar sepuluh pohon per minggu.  

"Kami juga berinisiatif mengadakan penanaman pohon di akhir tahun dengan melibatkan komunitas," tambahnya.  

DLH Cimahi saat ini masih memprioritaskan penanaman pohon di wilayah utara, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam menyumbang banjir ke daerah bawah.  

"Seperti saat terjadi banjir di Cipageran, arus airnya bukan berasal dari wilayah sekitar, melainkan dari daerah yang lebih tinggi," beber Agus.  

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menangani alih fungsi lahan serta penegakan regulasi yang ketat.  

"Salah satu kendala utama adalah menghadapi pemilik lahan pribadi yang sulit mengubah pola pikir mereka terkait pentingnya menjaga lahan resapan," ungkapnya.  

Agus berharap gubernur terpilih nantinya dapat mengintegrasikan kebijakan antara Pemkot Cimahi dan KBB dalam penanganan banjir, terutama di wilayah utara seperti Parongpong dan Cisarua.  

Di wilayah tengah Kota Cimahi, penanaman pohon menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan lahan.  

"Seperti kita ketahui, wilayah tengah sudah padat dengan hunian dan bangunan, sehingga sulit menemukan lahan untuk penghijauan," kata Agus.  

Selain itu, warga juga sering keberatan jika ada upaya penanaman pohon besar seperti mahoni di sekitar pemukiman mereka.  

Sementara itu, untuk wilayah selatan, penanaman pohon masih memungkinkan, terutama di Bukit Padakasih yang berbatasan dengan KBB.  

"Di wilayah selatan, kita bisa menanam pohon bambu, pohon keras, atau pohon buah-buahan," tutupnya.

Posting Komentar untuk " DLH Cimahi Perkuat Penghijauan Imbas Minim Resapan Air akibat Alih Fungsi Lahan"

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();